Search

Ayo Belajar Kesenian

Hidup Indah dengan Seni

Category

karya

Lukisan???

Lukisan maupun gambar  yang terdapat pada dinding-dinding gua yang meceritakan atau mengkisahkan bagian-bagian penting dari sebuah kehidupan adalah salah satu bentuk peninggalan nenek moyang manusia.

mm

Pada zaman dahulu nenek moyang kita menggambar dengan teknik yang sangat sederhana dan memanfaatkan apa yang ada di sekitarnya seperti halnya kapur, arang atau bahan-bahan lainnya.Salah satu teknik yang paling populer digunakan oleh nenek moyang kita yaitu dengan cara menempelkan telapak tangan ke dinding-dinding gua, kemudian disemburnya dengan batu mineral berwarna atau menggunakan dedaunan yang dikunyah.

Hasil seni lukis nenek moyang yang masih bisa dilihat dan populer sampai saat ini yaitu cetakan telapak tangan. Kemungkinan dari teknik tersebut berkembang dengan seiring berjalannya waktu melahirkan seni rupa lainnya seperti lukisan, seni keramik dan seni patung. ebanyakan seni yang berupa gambar atau lukisan dibuat diatas bidang yang datar seperti kertas, lantai, dinding atau kanvas. Sifat-sifat tersebut dalam dunia pendidikan seni dinamakan dwi matra (dimensi datar dan dua dimensi).

Karya-karya purbakala yang sering muncul dan dijadikan obyek yaitu berupa binatang, manusia dan obyek–obyek alam seperti bukit, pohon, sungai, gunung dan laut. Bentuk yang digambar si pelukis tidak semua sama persis dengan obyeknya, hal ini dikarenakan pemahaman yang berbeda-beda antara satu penulis dengan penulis lain.

Salah satu contohnya yaitu gambar banteng yang ukuran proporsi tanduknya sangat besar dibandingkan dengan ukuran tanduk aslinya. Pencitraan yang menggambarkan sebuah obyek disesuaikan atau dipengaruhi oleh pemahaman pelukis yang beranggapan bahwa tanduak adalah bagian dari seekor banteng yang paling terkesan.

Maka dari itu citra yang mengenai suatu obyek menjadi bermacam-macam tergantung dari anggapan atau pemahaman budaya masyarakat yang ada di daerahnya. Sebagian dari orang-orang dizaman prasejarah terdapat dalam suatu kelompok yang cenderung menghabiskan waktunya dengan melukis atau menggambar dibandingkan dengan mencari makanan.

Karena mereka lama menggambar semakin banyak kesulitan dan masalah-masalah yang ditemukan hinga akhirnya lama-kelamaan mereka semakin ahli. dari situlah mereka menjadi seniman yang pertama di muka bumi, dan saat itulah kegiatan menggambar atau melukis condong ke seni lukis zaman klasik.

Ukiran

uki
Ukiran adalah kerajinan utama dari kota Jepara.Yang dimaksud disini adalah ukiran yang berasal dari kayu yang bisa berasal dari kayu jati,mahoni,sengon dan lain-lain.Di kota Jepara hampir di seluruh kecamatan mempunyai mebel dan ukir kayu sesuai dengan keahliannya sendiri-sendiri.Hasil dari kerajinan ukir jeparabisa bermacam-macam bentuk mulai dari motif patung,motif daun,relief dan lain-lain. Ukiran dari kayu di jepara ini untuk produksinya ada tempat-tempat yang lekat dengan para ahli pahat ukir jepara sebagai centre of production yaitu di Desa Mulyoharjo untuk pusat kerjinan ukir dan patung Jepara.Sedangkan untuk Kerjinan ukir berbentuk Relief terletak di desa Senenan dekat Rumah sakit Kartini Senenan.

Karya Seni Patung

patung polisi.jpg3

Karya seni patung merupakan karya seni rupa tiga dimensi yang bisa di lihat dari segala arah yang sifatnya purt art / seni murni karena pada dasarnya tidak memiliki kegunaan dan manfaatnya dalam kehidupan praktis. Dalam pembahasan kali ini, seputarpengetahun.com akan membahas mengenai jenis-jenis karya seni patung. Untuk lebih jelasnya akan dibahas berikut ini.

Berdasarakan jenisnya berkaitan dengan teknik pembuatan patung, patung dibedakan menjadi dua yaitu :

  • Zonde Bosse

Yaitu bentuk patung yang berdiri sendiri dan terlepas di kanan-kirinya. Patung ini tidak menempel pada salah satu sisinya.

  • Relief
    Yaitu bentuk patung yang menempel pada permukaan dinding. Relief tersebut biasanya menggambarkan adegan dari sebuah cerita. Candi shiwa & candi brahma di kompleks candi prambanan yang berisi adegan atau rangkaian cerita ramayana yang merupakan contoh relief. Relief dapat di bedakan menjadi tiga macam, yaitu :

    • Relief yang menampilkan bentuk-bentuk yang timbul kurang dari setengah nya, disebut baserelief.
    • Relief yang menampilkan bentuk persis setengah dari bentuknya, disebut demirelief.
    • Relief yang menampilkan bentuk yang sama dengan bentuknya, disebut hautrelief.

Menganyam

Menganyam adalah suatu kegiatan keterampilan yang bertujuan untuk menghasilkan aneka benda/barang pakai dan benda seni, yang dilakukan dengan cara saling menyusupkan atau menumpang tindihkan bagian–bagian pita anyaman secara bergantian. Menganyam adalah kegiatan menjalinkan pita atau iratan yang disusun menurut arah dan motip tertentu. Menganyam diartikan juga suatu teknik menjalinkan lungsi dengan pakan. Lungsi adalah pita/iratan anyaman yang letaknya tagak lurus terhadap si penganyam.Pakan adalah pita/iratan yang di susupkan pada lungsi dan arahnya berlawanan/melintang terhadap lungsi.

ww

Menurut arah sumbu dan jumlah pita/iratan yang disusupkan dapat dibedakan: anyaman dua sumbu, anyaman tiga sumbu dan anyaman empat sumbu. Anyaman dua sumbu atau anyaman silang memiliki ciri yaitu menampilkan jalinan pita/iratan yang saling tegak lurus atau miring. Misalnya anyaman silang tunggal/enam warek dan anyaman silang ganda/enam kepang.
Anyaman tiga sumbu cirinya yaitu akan menghasilkan bentuk anyaman jarang/renggang dengan ciri menampilkan pola segi enam beraturan.

Anyaman empat sumbu dibuat dengan menggunakan empat sumbu yaitu ada yang tegak, mendatar dan ada yang miring sehingga akan menampilkan ciri bentuk pola anyaman segi delapan beraturan. Anyaman dua sumbu, anyaman tiga sumbu dan anyaman empat sumbu ini selanjutnya dapat dikembangkan menjadi berbagai macam motip anyaman kombinasi. Misalnya anyaman pita, anyaman dasar setali, anyaman model udang, anyaman hias dan lainnya.

Karya

Karya sastra adalah ciptaan yang disampaikan dengan komunikatif tentang maksud penulis untuk tujuan estetika. Karya-karya ini sering menceritakan sebuah kisah, baik dalam atau ketiga orang pertama, dengan plot dan melalui penggunaan berbagai perangkat sastra yang terkait dengan waktu mereka. Ada beberapa fungsi karya sastra, salah satunya disampaikan oleh Sapardi Djoko Damono yaitu untuk mengkomunikasikan ide dan menyalurkan pikiran serta perasaan estetis manusia pembuatnya. Ide itu disampaikan lewat amanat yang pada umumnya ada dalam sastra.

yyy

Selain ide, dalam sastra terdapat juga deskripsi berbagai peristiwa, gambaran psikologis, dan berbagai dinamika penyelesaian masalah. Hal ini dapat menjadi sumber pemikiran dan inspirasi bagi pembacanya. Konflik-konflik dan tragedi yang digambarkan dalam karya sastra memberikan kesadaran pada pembaca bahwa hal itu dapat terjadi dalam kehidupan nyata dan dialami langsung oleh pembaca. Kesadarannya itu membentuk semacam kesiapan dalam diri untuk menghadapi kondisi sosial yang terjadi di masyarakat. Sastra juga berguna bagi para pembacanya sebagai media hiburan.

Create a free website or blog at WordPress.com.

Up ↑