Search

Ayo Belajar Kesenian

Hidup Indah dengan Seni

Month

June 2016

Musik Anak-anak

gambar musik
Menurut Abdulah Totong Mahmud, pengertian lagu anak adalah lagu yang mengungkapkan kegembiraan, kasih sayang, dan memiliki nilai pendidikan yang sesuai dengan tingkat perkembangan psikologis anak. Bahasa dalam lagu anak pun harus menggunakan kosakata yang akrab di telinga anak.

Ciri ciri musik anak-anak adalah :
a. Memiliki bentuk yang sederhana
b. Tema lagu disesuaikan dengan jiwa anak yang masih polos
c. Bahasa yang digunakan sederhana sehingga mudah dipahami anak-anak
d. Lompatan nada tidak terlalu jauh
e. Isi lagu bersifat mendidik kearah positif, misalnya: cinta orang tua, mengagungkan nama Tuhan, cinta tanah air, lingkungan dan sebagainya.
f. Contoh musik anak-anak: Balonku Ada Lima, Pok Ame-Ame, Kasih Ibu, Pelangi, dan lain-lain.

Advertisements

Tari Mancanegara

 Tari mancanegara adalah tarian yang tumbuh dan berkembang di luar Indonesia/ di luar nusantara. Sebagai contoh di sini akan dibahas mengenai tarian klasik yang berasal dari Negara Tiongkok, Cina, Thailand, India, Jepang yang di sesuaikan dengan latar belakang budaya dan kehidupan masyarakat negara setempat.Tarian dari tiongkok istilah menari adalah suatu cara untuk mengungkapkan emosi dan perasaan yang tidak hanya pada individu namun juga karakter suatu bangsa.
negara
Tari cina yang paling terkenal adalah tari singa dan naga. Tari singa ada 2 jenis yaitu singa utara dan singa selatan. Ciri-ciri tari singa utara adalah tarian ini tumbuh dan berkembang di cina bagian utara, ungsi tarinya untuk hiburan raja dan banyak menggunakangerakan akrobatik, kostum yang digunakan tari singa utara ber-arna merah, jingga, kuning‘ hijau bagi kostum singa betina.

Lukisan???

Lukisan maupun gambar  yang terdapat pada dinding-dinding gua yang meceritakan atau mengkisahkan bagian-bagian penting dari sebuah kehidupan adalah salah satu bentuk peninggalan nenek moyang manusia.

mm

Pada zaman dahulu nenek moyang kita menggambar dengan teknik yang sangat sederhana dan memanfaatkan apa yang ada di sekitarnya seperti halnya kapur, arang atau bahan-bahan lainnya.Salah satu teknik yang paling populer digunakan oleh nenek moyang kita yaitu dengan cara menempelkan telapak tangan ke dinding-dinding gua, kemudian disemburnya dengan batu mineral berwarna atau menggunakan dedaunan yang dikunyah.

Hasil seni lukis nenek moyang yang masih bisa dilihat dan populer sampai saat ini yaitu cetakan telapak tangan. Kemungkinan dari teknik tersebut berkembang dengan seiring berjalannya waktu melahirkan seni rupa lainnya seperti lukisan, seni keramik dan seni patung. ebanyakan seni yang berupa gambar atau lukisan dibuat diatas bidang yang datar seperti kertas, lantai, dinding atau kanvas. Sifat-sifat tersebut dalam dunia pendidikan seni dinamakan dwi matra (dimensi datar dan dua dimensi).

Karya-karya purbakala yang sering muncul dan dijadikan obyek yaitu berupa binatang, manusia dan obyek–obyek alam seperti bukit, pohon, sungai, gunung dan laut. Bentuk yang digambar si pelukis tidak semua sama persis dengan obyeknya, hal ini dikarenakan pemahaman yang berbeda-beda antara satu penulis dengan penulis lain.

Salah satu contohnya yaitu gambar banteng yang ukuran proporsi tanduknya sangat besar dibandingkan dengan ukuran tanduk aslinya. Pencitraan yang menggambarkan sebuah obyek disesuaikan atau dipengaruhi oleh pemahaman pelukis yang beranggapan bahwa tanduak adalah bagian dari seekor banteng yang paling terkesan.

Maka dari itu citra yang mengenai suatu obyek menjadi bermacam-macam tergantung dari anggapan atau pemahaman budaya masyarakat yang ada di daerahnya. Sebagian dari orang-orang dizaman prasejarah terdapat dalam suatu kelompok yang cenderung menghabiskan waktunya dengan melukis atau menggambar dibandingkan dengan mencari makanan.

Karena mereka lama menggambar semakin banyak kesulitan dan masalah-masalah yang ditemukan hinga akhirnya lama-kelamaan mereka semakin ahli. dari situlah mereka menjadi seniman yang pertama di muka bumi, dan saat itulah kegiatan menggambar atau melukis condong ke seni lukis zaman klasik.

Melukis Fauvisme

fauvisme

Fauvisme adalah aliran yang memberikan kebebasan berekspresi bagi para pelukis yang menganut aliran ini. Kebebasan berekspresi ini mengizinkan pelukis untuk memberikan warna bebas kepada objek, bahkan dengan warna yang sangat kontras sekalipun.

Ciri-ciri lukisan yang beraliran fauvisme adalah warnanya biasanya liar dan kontras dari warna aslinya, namun detail bentuk gambar tetap masih bisa dilihat oleh pemirsa lukisan.

Create a free website or blog at WordPress.com.

Up ↑